Sebelum pergi, Bulan akan menemui Ibunya dulu. Masih pukul dua siang ketika mobil berhenti di depan Arclight Medical Center. Waktu terasa cukup untuk bernapas, cukup untuk memastikan satu hal yang paling penting bahwa Ibunya. baik-baik saja. Bulan turun membawa dua tas besar berisi makanan, ada dessert lembut, buah segar, sup hangat, semuanya dipilih dengan teliti. Ia melangkah masuk dengan langkah ringan, menyusuri koridor yang wangi dan tenang, sampai tiba di ruang VIP tempat ibunya dirawat. Di dekat balkon, Ibu Alya duduk di kursi roda, menghadap cahaya keemasan yang jatuh ke taman belakang rumah sakit. Seorang perawat sedang membereskan baki bekas makan. “Selamat siang, Mbak Bulan,” sapa perawat itu ramah. “Siang,” jawab Bulan ceria. Ia menghampiri ibunya dan memeluknya dari samping,

