“Mama dan Papaku tidak bercerai, tapi hubungan mereka rusak. Dan mereka sudah tahu latar belakangmu. Termasuk rencana kamu akan menikah dengan Bhumi, adikmu yang mengkhianati, sampai ibumu yang dalam proses sidang. Jikapun nantinya ibumu susah dibebaskan, keluarga Marcelius tidak akan mengizinkan beritanya keluar. Mereka cukup puas dengan latar belakangmu,” ucap Elang sembari menyetir, sementara Cahaya di sampingnya masih berusaha menahan mual. Cahaya memalingkan wajah ke jendela, menelan ludah berkali-kali seolah menelan bara. Lampu-lampu jalan membelah malam dalam garis-garis tipis, memantul di kaca mobil seperti hujan cahaya. Ia menekan telapak tangan ke perutnya, lalu mengembuskan napas pelan. “Kamu bilang itu seakan-akan… semua ini cuma urusan reputasi,” suara Cahaya serak, menahan

