Cici tidak mengatakan apa pun tentang kedatangan Aurelia. Ia tahu Sadam tipe pria yang langsung mengambil alih, melarang, membatasi, dan melindungi sampai menjengkelkan. Bukan karena posesif buta tapi lebih karena trauma kehilangan, lebih karena terbiasa memikul beban sendiri. Jika Sadam tahu Aurelia datang ke café, apalagi mengajak bicara begitu terbuka, sudah pasti akan terjadi keributan yang tidak perlu. Lagipula, Cici bisa merasakan sesuatu yang berubah dari tatapan Aurelia yang tidak ada iri, tidak ada niat buruk, hanya kelelahan seorang perempuan yang akhirnya memilih untuk mundur dengan kepala tegak. Dan Cici, dengan segala luka dan ketegaran yang ia miliki, tahu kapan seseorang sedang jujur. Namun tetap saja di dadanya masih ada kekhawatiran, bahwa ia ingin bersama Sadam, tapi ia

