Pelajaran Buat Begal

1091 Kata
Malam sudah begitu larut saat aku ruas jalan yang sepi dari kendaraan. Dari kaca spion motorku nampak dua buah motor matic dengan kecepatan tinggi sedang mendekatiku, pada saat jarak mereka semakin dekat aku melihat salah seorang yang di bonceng mengacungkan sebuah benda berukuran panjang ke arahku. "WUUUSH..." Desiran suara mengayun di atas kepalaku. Aku yang melihat salah seorang yang mengayunkan tongkat seperti pipa sontak mencondongkan badanku ke depan untuk menhindar hingga tak mengenaiku. Reflrks tangan dan kakiku menekan rem sehingga terdengar suara slip ban motorku di aspal dan seketika berhenti. Ke dua pengendara motor yang saling berboncengan itu pun menghentikan laju motor matic yang di kendarainya. Dengan sigap dan waspada aku turun dari motorku berhslan santai menghampiri ke empat pria yang juga berjalan ke arahku. "SERAHKAN SEMUA BARANGMU KALAU KAU MAU SELAMAT !!?" Teriak salah seorang yang tubuhnya lebih besar dari ke tiga kawannya. Belum lagi aku sempat menjawab, sebuah serangan dari samping berupa pipa besi melayang ke arahku namun aku dapat menghindar dengan menjatuhkan badanku dan berguling ke arah salah seorang pemuda yang terlihat linglung dan akan ku jadikan target pertama untuk ku serang. ""WUUSST." "HYAAT." Belum sempat pemuda yang akan ku jadikan sasaran pertama tangan yang sudah lama ku pensiunkan memukul orang, tiba-tiba pandanganku menangkap satu pemuda yang telah membentangkan ketapel ke arahku dan melesatkan anak panah dari ketapel itu, aku pun dengan sigap menghindar kembali berguling ke arah pemuda yang nelesatkan anak panah itu dsn merubah arah seranganku. "SSSUT." Suara lesatan anak panah seiring teriak kesakitan dari pemuda yang tak sempat menikmati kepalan tanganku "AAAKH.. SETAN KENAPA SAYA YANG KAU BUSUR !!?" Teriak kesakitan pemuda linglung itu. Belum sempat pemuda yang melesatkan anak panah itu mencabut anak panah ke dua, dengan cepat aku menyapu tumitnya hingga pemuda itu tersungkur jatuh terduduk. "HWUUT." "PLAK PLAK BUG... KREEK." Suara tamparan serta tinju tepat di tenggorokannya dan suara tulang siku bergeser terdengar seiring dengan jerit kesakitan yang tertahan dari pemuda itu. "HHOOOGKRRS MMAAGKHR..." Erangan kesakitan sambil berguling-guling memegang lehernya. Aku dengan cepat berdiri dan hendak melanjutkan niat awal untuk menyerang pemuda linglung itu namun kembali di buat repot menghindari hantaman pipa dan sabetan klewan dari dua pemuda sekaligus. "HYAAAT... " "CIAAKH..." " TING... PLUNG..." "WUUSH..." "MAU LARI KEMANA KAMU GONRONG SETAN !!?" Teriakan pemuda berbadan besar yang memegang senjata berupa klewan. "AYO SERANG AKU... ATAU HANYA ITU KEMAMPUANMU BEGAL t***l !!?" Ucapku tak kalah geram dari ke dua pemuda di depanku sambil melepas ikat pinggang kulit bergesper kuningan berbentuk cakram delapan mata angin di tengah tengkorak domba bertanduk menjurai. "CIAAKH..." Teriakan pemuda berbadan besar itu kembali menyerangku dengan sabetan klewannya. Aku dengan sigap menghindari sabetan klewan hingga mengenai tempat kosong dan dengan cepat pula aku mengibaskan ikat pinggang ke arah wajah hingga mengenai kelopak mata lawanku. "SLUUTH TEEK." "AAKH... SIALAN AWAS KAU !!?" Suara erang kesakitan dan ancaman terdengar dari pemuda itu sambil membekap mata kirinya, nampak cairan berwarna merah merembes dari celah-celah jarinya. Kembali dia menyerangku namun kecepatannya sudah berkurang hingga dengan mudah aku menghindar seraya mengibaskan ikat pinggangku ku arah pangkal klewan hingga mengikatnya, kesempatan ini pun tak ku sia-siakan lalu aku maju dan melingkarkan ikat pinggang di lehernya dengan tangan yang masih menggenggam klewan sambil melakukan kuncian dengan menendang betisnya hingga tubuhnya melorot dengan lutut bertumpu di aspal. "CLUUG AAKHR..." "KREEEK... AAAKH MMAKH..." Suara tulang bahu terlepas dan erangan kesakitan terdengar dari mulut pemuda berbadan besar. Saat hendak berdiri tanpa ku sadari dari arah belakang, sebuah hantaman benda keras bersarang di punggungku. "PLUUK." "AAKH." Aku meringis menahan nyeri akibat hantaman pipa besi dari arah belakang. "Sial, beruntung hanya punggungku yang kena... hampir saja kepalaku jadi sasaran." Gumamku sambil merenggangkan otot punggungku lalu menyingkirkan klewan yang sudah terlepas dari tuannya. Aku pun kembali memasang kuda-kuda dan bersiap mendahului menyerang lawanku tanpa memberi kesempatan padanya. "CLUUKGH TIING CLUUKGH." Dua kali kibasan ikat pinggang tepat mengenai pipa dan jidat pemuda itu. "AAKHS..." Suara ringis kesakitan dari mulut pemuda itu. Aku kembali menyerangnya dengan tendangan tepat bersarang di dadanya, membuat pemuda itu terjungkal dan jatuh tertidur di atas aspal. "HYIIAAAAT... DUGH..." "BUGH... TAAKH... AAAKH." Melihat tubuh lawanku tertidur, aku melangkah menghampiri dan membalikkan tubuhnya hingga tertelungkup lalu merentangkan tangan kanannya di atas aspal. "KREEK." Bunyi tulang pergelangan tangan yang patah bersambut dengan suara erangan meminta ampun dari pemuda itu "AAAAAKKH... AMPUUUUN MAAAAKH." Aku lalu menoleh ke arah pemuda linglung dan bermaksud memberikan bagianya, menyadari aku menatapnya dia lalu berlari terpincang-pincang ke arah motornya dan melarikan diri setelah melihat ke tiga kawannya sudah tak berdaya. "Katakan apa maksud kamu menyerangku !!?" Ucapku pelan namun penuh tekanan sambil mencengkram rambut pemuda terakhir yang ku bereskan. "Kkhami kira kkamu ccewek dan iingin merampas motor dan barangmu !?" Ucap pemuda itu. "Jadi kalian ingin membegalku, kalian salah sasaran dasar begal t***l !?" Ucapku seraya menghempaskan kepalanya di aspal, seketika cairan merah merambah di keningnya. "Mana pipimpinan kalian, ayo katakan atau aku tidak segan-segan membakar kalian hidup-hidup !!?" Ucapku menatap tajam sambil mengeluarkan pematik dan rokok dari kantong jaketku. "Ìiitu orangnya, dia pimpinanku hiiks !!?" Ucapnya meringis menahan sakit. Aku mengekori arah telunjuknya pada pria tinggi besar dengan potongan rambut ala militer. Segera aku berdiri lalu berjalan menghampiri pria yang di tunjuk. Aku lalu menginjak bahunya yang patah hingga terdengar jeritan keras memekak di jalan sunyi malam itu. "AMPUUUUN AMPUUUUUN AAAAOUKM." "Kau pimpinan mereka, KATAKAN atau aku patahkan batang lehermu !!?" Bentakku tambah menekan kakiku di bahunya. "Iiiya bang aampuun !?" Ucap pimpinan begal itu mengakui. "Asal kamu ketahui, aku paling tidak suka orang yang kerjanya suka nerampas dan menganiaya orang tak lemah... setiap berita di TV dan di sosmed selalu saja ada kabar pembegalan... sudah berapa orang yang menjadi korban kalian !!?" Ucapku pelan sambil menghisap rokok di tanganku. "Baru enam kali kami melakukan, sungguh bang saya tidak bohong !?" Ucapnya. Aku tersentak mendengar pengakuan pria itu dan seketika pandanganku terarah pada klewan yang dia pakai menyerangku tadi, aku pun berjalan mengambil klewan itu. "Tadi katamu baru enam kali... itu artinya kamu masih berniat ingin menambah korbanmu !!?" Ucapku geram seraya merentangkan tangan kanannya dan membuka jari-jarinya. "Sebaiknya kamu tidak usah pakai jari tangan !!?" Ucapku sambil menebas putus empat jari tangannya menyisakan jempolnta saja. "MAAAAKH... AAMPUUUUN HUAA AAA..." "Itu hukuman untuk ke enam korbanmu dan aku tunggu hingga bahumu sembuh lalu ku lunasi jari kirimu lagi... pasti aku mencarimu !!?" Ucapku sambil berdiri dan berjalan ke arah motor matic lalu membakar sadelnya. Sesaat aku menatapnya bergiling-guling di aspal dengan erangan kesakitan dari ke tiga begal itu. "KAMU SALAH SASARAN COY !!?" Ucapku dengan geram. Lalu akupun menaiki motorku dan melajukan menembus jalan gelap menuju kontrakanku
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN