Cinta Terbesar untuk Keluarga

1559 Kata

Suasana di ruang tengah kediaman Kalandra pagi itu terasa lebih emosional. Koper-koper sudah tertata rapi di dekat pintu utama. Ibu Cahaya dan Gendis bersiap untuk kembali ke Jombang setelah menghabiskan waktu yang indah di Jakarta. Namun, sebelum mereka melangkah keluar, Pak Wahyu meminta mereka duduk sejenak. Pak Wahyu mengeluarkan sebuah map biru tua yang tampak sangat formal. Ia meletakkannya di atas meja, tepat di depan Ibu Cahaya. "Ibu Cahaya, sebelum Ibu pulang, ada sedikit kenang-kenangan dari saya dan Amelia," ucap Pak Wahyu dengan suara yang rendah namun penuh wibawa. Ibu Cahaya membuka map tersebut dengan tangan gemetar. Matanya menyapu baris demi baris sertifikat tanah yang terletak di daerah Jombang, tepat di lokasi yang strategis. Di sana tertera jelas nama pemiliknya: Cah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN