MINGGU pagi, Alka baru saja bangun dari alam mimpinya. Gadis itu mengerjap-ngerjapkan mata beberapa kali dan diam sejenak, menatap langit-langit kamar. Ia mendesah berat saat tak sengaja kembali mengingat kejadian buruk kemarin, di tempat ini. Alka memegang ujung selimut dan meremasnya. Ingin sekali ia melupakan kejadian itu, tetapi ... rasanya sulit sekali. Perasaan Alka menjadi sesak setiap kali mengingat kejadian itu. Gadis itu menoleh ke kanan, menatap ponsel yang tergeletak di dekat kepala. Perlahan, tangannya menggapai benda berwarna hitam itu dan mengaktifkannya. Ia langsung membuka aplikasi untuk bertukar pesan. Status pesan yang kemarin ia kirimkan pada Alden masih sama. Centang satu abu-abu. Alka memegang ponsel dengan kuat. Gadis itu mencoba untuk menghubungi kembali pacarnya

