Part 60 - Belum Sempat

1089 Kata

“ENGGAK MUNGKIN! MEREKA CUMA LAGI TIDUR, DOK! MEREKA CUMA LAGI TIDUR AJA, ‘KAN! IYA, ‘KAN, DOK, PAK RT?” Pak RT menarik tubuh Alden menjauh dari brankar yang hendak dipindahkan ke ruang jenazah. “Alden, kamu yang tenang, Nak. Tenang,” ujarnya sambil menepuk-nepuk pundak Alden. Alden meronta, memaksa agar dilepaskan. Laki-laki itu menangis deras memandangi dua brankar beserta pasien yang baru saja keluar dari ruang IGD. Pasien tersebut masing-masing ditutupi oleh kain biru. Alden menggeleng keras. “Itu bukan mama papa, Pak RT! Alden salah liat, ‘kan, tadi?” Pak RT memejamkan mata sejenak. Ia merasa tidak tega dengan Alden. Malang sekali nasib anak itu. Alden menangis tersedu-sedu. Suaranya terdengar mendominasi lorong rumah sakit dan menarik perhatian beberapa orang yang ada di seki

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN