USAI prosesi pemakaman orang tua, Alden kembali ke rumah sakit untuk menunggui Trisha---adiknya---yang masih belum sadarkan diri. Hari ini, sebenarnya bertepatan dengan hari kelulusan Alden dari jenjang SMP. Akan tetapi, dalam keadaan yang seperti ini, apakah Alden bisa menghadiri acara tersebut? Mungkin, bisa. Namun, untuk apa dia ke sana? Orang tuanya sudah tidak ada, sedangkan adiknya sedang kritis di rumah sakit. Ia datang ke acara kelulusan pun tidak ada maknanya tanpa kehadiran keluarga. Alden duduk di sisi kanan brankar. Ia memegang tangan kanan Trisha yang terasa agak dingin. Batin Alden terasa sesak melihat keadaan adiknya itu. “Alden?” Alden menoleh ke arah pintu ruang rawat Trisha. Terlihat, ada Pak RT yang berdiri di ambang pintu. Pak RT terlihat memberikan isyarat melalu

