“APA ... enggak lebih baik kamu check-up ke dokter juga, Al?” Mendengar pertanyaan tersebut sukses membuat kedua mata Alka membulat sempurna. Gadis itu mengerjap tak percaya menatap Delma. “Apa? Dokter? Jangan bercanda, deh, Ma!” sewotnya tanpa sengaja. “Kok, bercanda, sih? Justru kalo check-up ke dokter, semuanya bakal lebih jelas kamu itu sebenernya kenapa. Bisa aja, ‘kan, kalo ternyata ... kamu enggak hamil?” Delma memelankan suara di kalimat akhir. Alka terdiam. Gadis itu mengembuskan napas berat. Ia menunduk, memainkan jari-jemarinya. Hatinya dirundung gundah. Sebenarnya, tidak ada yang salah dengan saran Delma tersebut. Akan tetapi, Alka belum siap dengan tanggapan orang lain terkait dirinya yang tengah berbadan dua, apalagi dengan status belum menikah. Bukankah, itu artinya ia te

