Keano mendapat kabar bahwa hari ini Dyah Ayu sudah siuman pasca delapan belas jam setelah operasi. Jantung barunya berdetak lancar namun masih butuh perhatian. Karena penyakit ini bukanlah penyakit biasa yang diidap oleh pasien remaja berumur delapan belas tahun. Keano masuk ke dalam ruangan milik Dyah Ayu. Gadis remaja itu masih terbaring namun bibirnya sudah bisa mengukir senyum. “Hai, gimana kabarnya hari ini?” Keano menyapa ramah layaknya para dokter pada umumnya. Sedangkan kedua tangannya sibuk memasang stetoskop. “Jauh lebih baik,” jawab Dyah Ayu disertai senyum tipis. “Saya periksa sebentar, ya.” Kontan, dia memerah kala sang dokter membuka dua kancing piama pasiennya. Ada yang berdegup. Entah itu karena situasi atau justru karena sehabis operasi. Yang jelas, Dyah Ayu merasa p
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


