Hei, Doctor! 02

3616 Kata

Saat membuka mata, Vivian bisa merasakan terik matahari yang sudah bergerak naik ke atas. Menyusup melalui celah-celah tirai yang menutupi jendela besar berlapis kaca itu. Mengerjap, manik sewarna karamel yang meleleh sedikit membuka. Dahinya mengernyit saat menyadari bahwa seseorang yang semalaman tidur di sampingnya sudah tidak lagi ada. Dia beranjak dari tempatnya. Dengan rambut acak-acakkan dan mata sedikit menyipit, dia menemukan sebuah kertas di atas nakas. Ada tulisan layaknya ceker ayam di sana. Khas tulisan suaminya. Tadi udah nggak terlalu mual. Jadi aku berangkat pagi-pagi banget. Maaf nggak tega bangunin kamu, Sayang. Ya, hanya seperti itu. Dan Vivian mewajarkan. Dia sendiri tahu bagaimana sibuknya menjalani profesi seperti suaminya. Dia juga begitu. Oleh karena itu, dia

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN