Chapter 44

645 Kata

*** Perlahan, mata dengan netra coklat itu mulai terbuka. Kelopaknya bergerak-gerak, berusaha menyesuaikan pupilnya dengan cahaya. Ada apa? Kenapa seluruh tubuhnya terasa sakit sekali. Bahkan tangannya pun susah untuk digerakkan. Vivian mengamati sekeliling dengan kepala berat. Dirinya berada di sebuah kamar, di atas ranjang tunggal. Dia tidak mengenali tempat ini. Ingatan terakhirnya hanya sebatas berbincang dengan Sofia di dalam rumah Beniko. Rumah Beniko ...? Apa dia sedang berada di sini sekarang? Sebenarnya apa yang sudah diperbuat Beniko bersama kakak tirinya itu? Lalu, di mana Sasi? Vivian sangat mengkhawatirkan gadis kecil itu. Sekuat tenaga, dia berusaha menggerakkan tubuhnya, tapi tidak bisa. Tubuhnya mati rasa. Apa ini pengaruh suntikan Sofia tadi? "Udah bangun lo

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN