*** Pukul tujuh malam. Keano sampai di kediaman Beniko seorang diri. Dan benar saja, di sofa ruang tamu, si pria pemilik rumah langsung berhenti menjambak rambut istrinya begitu melihat Keano masuk. "Oh, hai Bro." Dia berdiri. Menyambut Keano seolah mereka memang benar-benar teman lama yang lama tak bersua. Mengetatkan rahang, Keano berusaha untuk tidak mengobrak-abrik tempat ini dan menemukan Vivian. "Di mana lo sembunyiin dia?" geramnya dengan gigi mengatup rapat. Suara benda jatuh menarik atensinya. Keano sudah akan meluncur begitu saja sebelum Beniko menahan kerah bajunya dan memberikan satu pukulan. Keano tidak membalas. Yang dia pikirkan saat ini hanya satu: membawa Vivian dan Sasi pulang. Namun sepertinya Beniko tidak akan membiarkan rencananya berjalan mudah. Kedua p

