*** Hari minggu, jam delapan pagi. Vivian sengaja membawa Sasi ke pusat pembelanjaan kota. Membeli beberapa keperluan Sasi yang sudah habis. Semalam dokter Rasya menelpon, menceritakan kondisinya yang menjalani rawat inap di rumah psikiater kenalannya. Dan Vivian bersyukur dokter Rasya sudah baikan. Dengan menggandeng Sasi Vivian melihat-lihat aneka ragam bedak bayi yang ada di rak. Mereka hanya berdua kali ini. Tanpa ditemani Keano ataupun Rima. Tadi kekasihnya itu bilang ingin menjemput saja setelah menjemput sang Mama yang pagi ini sampai di bandara. Sedangkan Rima, dia sudah pergi dengan pacarnya subuh tadi. "Tante, mau es krim." Sasi menarik ujung bajunya sambil menunjuk stool es krim yang berada di depan area kafetaria. Vivian meletakkan bedak yang tadi dipilihnya ke dalam k

