Chapter 16

1236 Kata

*** Netra coklat itu mengerjap perlahan, menyesuaikan pupilnya dengan cahaya matahari yang menyusup melalui gorden putih gading di sisi kanannya. Vivian langsung terjaga begitu mengetahui ini bukan kamarnya. Lalu bernapas lega saat menemukan lengan yang membelitnya sedikit kuat itu ternyata milik Keano. Seingatnya, kemarin sore Vivian menghabiskan waktunya untuk guling-guling di atas kasur besar dan empuk ini sambil menunggui Keano yang sedang menyelesaikan pekerjaannya. Setelah kelelahan untuk meredam sakit perutnya, yang akhirnya berhasil, tanpa sadar dia tertidur di sini sampai pagi. Di saat PMS seperti ini, jam tidur Vivian kadang memang mengerikan. Sebaiknya dia langsung bangun saja sebelum mengantuk dan terlelap lagi. Apalagi godaan pelukan Keano akan sangat susah untuk diriny

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN