Zoya membolak-balikan tubuhnya resah, matanya sudah terpejam sejak tadi namun mimpi belum ingin menyambut. Hatinya masih sangat kesal dengan sang suami, sayang anak di kandungannya tak bisa diajak kerjasama sehingga terus menendang tanpa kenal lelah. Ia menghela napas berat lalu bangkit dari posisinya, menundukkan wajah melihat ke arah perutnya yang telah membuncit. “Hah! Kau ini benar-benar anak Daddy ya? Kenapa nggak mau tidur, biarlah malam ini Mami sedikit jual mahal dengan Daddy-mu itu,” oceh Zoya sembari mengelus-elus perutnya perlahan berusaha memenangkan anak di kandungannya itu. “Aduh, aduh, jadi ini bentuk protesmu Boy? Kau ingin Mami mengalah kali ini?” Zoya tak mampu menahan senyum ketika melihat reaksi bayinya yang justru semakin aktif menendang setelah ia mengomel. Pandan

