Bab 102. Tuan Muda Huxley

1707 Kata

Ruby duduk di depan meja kerjanya, dikelilingi oleh kertas-kertas kosong dan pensil-pensil yang berserakan. Ia mencoba untuk fokus pada desain yang sedang dikerjakannya, tapi pikirannya terus-menerus melayang ke Matthias. Sudah lama sekali mereka tidak bertemu, dan Ruby tidak bisa menghilangkan rasa kangen yang terus-menerus menghantuinya. Ia menarik napas dalam, mencoba untuk menenangkan diri. Tapi, pikirannya terus-menerus dipenuhi dengan pertanyaan-pertanyaan yang tidak terjawab. Apakah Matthias masih memikirkannya? Apakah ia masih peduli dengan Ruby? Atau apakah ia sudah melupakannya? Ruby menggelengkan kepala, mencoba untuk menghilangkan pikiran-pikiran itu. Ia tidak ingin memikirkannya lagi, tapi ia tidak bisa membantu dirinya sendiri. Ia merasa seperti sedang terjebak dalam lingka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN