Runa menatap pantulan dirinya di cermin. Entah sudah keberapa kalinya ia menarik napas panjang. Runa meraih parfum yang ada di meja rias, menyemprotkannya ke sekitar tubuh. Botol kaca itu kembali ia letakkan di tempatnya, ia kembali mematut diri di depan cermin. Tak lama pintu kamarnya terbuka, menampilkan sosok lelaki yang bersandar di pintu. Runa bisa melihat Irsyad yang sedang melipat tangan di atas dadanya itu dari pantulan cermin. "Sebentar lagi ya," ucap Runa tanpa melihat ke arah Irsyad. Irsyad berjalan ke arah Runa, tanpa meminta persetujuan pemiliknya Irsyad melingkari tangan di pinggang Runa. Runa hanya tersenyum di perlakukan seperti itu. Irsyad sering sekali melakukan hal ini, dan itu sudah di maklumi oleh Runa. "Kalau memang belum siap, kita bisa pergi nanti," ucap Irsyad d

