Runa memukul-mukul kepalanya dengan bantal, ia kesal mengingat kejadian barusan. Rasanya juga malu saat mengingat reaksi Irsyad melihat tubuh polosnya. Ia tak tahu harus bersikap seperti apa saat berhadapan dengan Irsyad esok hari. "Argh, bodohnya aku, Kakak, bunda harus apa?" ucap Runa dengan wajah putus asanya. Kini ia harap anaknya yang berada di dalam kandungan bisa memberikan saran untuknya. Runa sedang mengacak-acak rambutnya saat Irsyad membuka pintu kamarnya. Suasana di antara keduanya berubah, Irsyad dengan kikuk masuk ke kamar sambil menggaruk keningnya. "Aku mau ambil bantal dan selimut," ucap Irsyad. Runa terdiam tak menjawab. Ia mengalihkan pandangannya, sebisa mungkin ia tak ingin bertemu mata oleh lelaki itu. Irsyad sendiri merasakan hal yang sama, ia juga menjadi kikuk

