Bangunan bercat abu-abu dan sedikit sentuhan berwarna hitam di beberapa tempat menjadi pemandangan mata Runa siang ini. Ini pertama kalinya ia melihat rumah berlantai dua itu, rumah yang di bangun Irsyad sesuai dengan keinginannya. Runa masih diam saat mobil memasuki pelataran rumah, ada taman yang ukurannya tidak terlalu besar namun tidak juga kecil, terlihat begitu pas untuk bangunan minimalis itu. Namun sayang tidak terawat, ada ilalang yang mulai tumbuh tinggi disana. Dan beberapa tanaman liar yang mulai menjalar di tanah. "Kamu mau di sana terus sampai kapan?" ucap Irsyad yang sudah berada di depan pintu yang terbuka. Runa tersenyum, menunjukkan gigi-giginya yang tersusun rapi. Ia lalu menyusul Irsyad yang sudah masuk membawa tas mereka. "Kamar aku dimana?" tanya Runa. "Disini,"

