Sesuai saran dari Dokter Rangga, Zahra di antar Tasya pulang ke rumah untuk istirahat menggunakan mobilnya. Sesampainya di pelataran kediaman Husein, Tasya memapah Zahra turun dari mobil dan memasuki teras rumah. Karena pintu di tutup, kemungkinan kedua orang tuanya sudah berangkat ke kantor. Maka dari itu, Tasya mengetuk pintu lebih dahulu. Tok… tok… tok… "Assalamu'alaikum… Om… Tante… Bi Minah…" Tasya memanggil nama seisi rumah yang dia ketahui. Semenit, dua menit, bahkan hampir 15 menit tidak ada yang menyahut. Dengan sabar Tasya menunggu sambil terus mengalungkan tangan kanan Zahra di pundaknya. Jujur, sebenarnya dia sedikit berat memapah Zahra yang sedang lemah seperti sekarang. Tapi ternyata sudah selama ini belum juga ada yang membukakan pintu. "Sya, kayaknya Bapak sama

