Arza melangkah perlahan melewati Rangga dengan berbisik, "Kau boleh menjaganya. Tapi tidak untuk mendekatinya apalagi berpikiran untuk memilikinya. INGAT itu baik-baik!" Bisik Arza seraya menepuk pundak Rangga dan keluar meninggalkan ruang kesehatan. Sepeninggalan Arza dari ruang kesehatan, Rangga lantas melihat sekilas ke arah Zahra. Jantungnya masih memompa dengan intensitas tinggi. Siapa yang tahu, bahwa seorang Dokter juga masih bisa merasakan tertekan amat dalam hanya karena tepukan d******i seseorang? "Zahra … kekasihmu benar-benar mengerikan," Cicit Rangga dan itu terdengar sampai pada Zahra dan Tasya. Zahra yang sejak kehadiran Arza membuang muka kini menoleh ke arah Rangga, "Maaf sudah membuat anda melihat hal konyol ini Dok. Dan maafkan juga kelakuan pria tadi. Apakah Dokte

