"Kalau memang Zahra baik-baik saja. Maka biarkan aku melihatnya sendiri. Antarkan aku padanya!" Tasya mempertegas ucapannya. Perkataan Tasya yang terdengar menggelegar di seisi ruangan, rupanya mencuri perhatian dari Alfred yang saat ini sedang berada di ruang kerja di lantai dua. Mata dan pikiran Alfred saat itu tengah fokus pada layar di depannya, bahkan jarinya yang biasanya digunakan untuk membantai mangsanya digunakan untuk mengetik dengan kecepatan maksimum. Namun, semua itu terhenti saat suara Tasya menggelegar sampai pendengarannya. "Siapa sepagi ini sudah membuat keributan di sini? Apakah Arz membawa wanita baru ke mansion nya. Bahkan suara amukannya sampai terdengar kemari." Gumam Alfred. Ya… dia hanya mendengar teriakan-teriakan tidak jelas dari Tasya, namun tidak mende

