71. Amarah Tasya 2

702 Kata

Dunia Tasya seakan jomplang. Dia menghela napas amat sangat panjang. "Astaga… kalian! Mengapa tidak dari tadi kek ngomongnya. Kenapa juga harus debat dulu sampai memanggil pria aneh itu datang, baru bilang?! Ya sudah, cepat, tunjukkan tempatnya!" Para maid semakin menundukkan kepala. Sudahlah mendapat tekanan dari Tuannya dan Alfred, masih pula diberi sentakan oleh wanita asing yang garangnya minta ampun. Salah satu dari maid dengan tubuh gemetar dan menundukkan kepala mengantar Tasya menyusuri luasnya ruang utama menuju ke arah tangga dan menaikinya. Setelah menaiki tangga, Tasya masih harus melewati lorong yang menghubungkan ke beberapa pintu kamar dan salah satunya ada pintu kamar besar. Disitulah maid itu berhenti. "Hm… disini Tuan menempatkan Nona Zahra. Anu… sepertinya Dokter

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN