"Bangunlah Zahra Salsabila Mafaza. Aku tahu aku salah karena telah menekan mu begitu jauh. Tapi kulakukan itu semua agar kamu tahu, bahwa kami hanya milikku seorang. Tidak akan kubiarkan orang lain mendapatkanmu, meskipun itu Azka—tunangan mu sekalipun." Bisikan itu lirih dan tidak didengar oleh siapapun yang ada di ruangan itu. Arza berbisik tepat di samping wajah Zahra. Semua emosi yang meluap dan sikap do mi na si yang selama ini selalu ditunjukkan Arza seolah lenyap seketika. Dimana sosok Arza yang selalu mendominasi sekarang? Bahkan dia seolah benar-benar tunduk di hadapan wajah pucat Zahra. Wajah putus asa yang tak pernah Arza tunjukkan pada orang lain, kini Tasya samar-samar melihatnya. Dia cukup tercengang seorang Arza yang membuat Zahra tertekan justru menunjukkan sikap seper

