Benjamin kembali ke rumah dengan mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi, bahkan beberapa kali ia hampir menabrak mobil maupun motor. Beruntung ia tidak mengalami kecelakaan. Begitu sampai di rumah yang ia sewa. Semua barang yang ada di rumah itu ia acak-acak. Taplak yang ada di ruang tamu ia tarik ke bawah. Barang-barang yang ada di dekatnya ia lempar ke lantai. "Arggghhhhhhhh". Benjamin mengeluarkan rasa amarah seperti auman serigala di saat bulan purnama. Kenapa? Kenapa Devita berubah? Pasti gara-gara laki-laki yang ada di cafe kemarin. Pasti!. Devita yang ia kenal adalah wanita yang lembut, penyayang dan penyabar. Selama ini Devita selalu menuruti apapun yang Benjamin inginkan, sehingga Benjamin selalu merasa everything will be ok. Bahkan sampai kejadian pemutusan pertunang

