New Chapter of Life

1835 Kata

CALISTA Tiba-tiba saja aku terbangun di atas tubuh Mateo. Wajah kami begitu dekat. Aku bisa merasakan napas pria itu di pipiku. Seketika kedua pipiku memanas. Malu sekali menemukan diriku seganas ini. Segera saja aku menuruni tubuhnya. Namun, tangan besar dan kuat pria itu menahan gerakanku. Mata yang sejak tadi terpejam, perlahan terbuka. Mata kami beradu sesaat. Pria itu menggeleng seraya memamerken senyum. “Malu, Mate,” rengekku. Sekali lagi aku berusaha menuruni badan pria itu, tapi tetap saja Mateo tidak mau melepaskan pelukannya. “Tidak perlu malu, Cara. Lihat, betapa cantiknya dirimu pagi ini. Aku selalu suka melihatmu dalam jarak sedekat itu.” Mateo menarikku semakin dekat ke dalam pelukannya. Salah satu tangannya yang bebas menyibakan anak-anak rambut agar bisa melihat wajahku

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN