Altar khusus disediakan di depan rumah sakit disertai foto sejumlah wajah para korban yang meninggal dunia akibat penembakan membabi buta 3 hari yang lalu. Banyak orang silih berganti mengunjungi altar itu untuk meletakkan bunga dan mengganti bunga kering lainnya yang telah layu dengan bunga baru. Sebagai tanda berduka cita yang juga masih kurasakan dengan begitu dalam, kuletakkan bunga lonceng putih. Tak di sangka di saat yang bersamaan Taeyang juga meletakkan bunga yang sama. Ketika melihatku berada di dekatnya dengan spontan dia memegang tanganku dengan erat. Wajahnya yang tenang berubah penuh amarah ketika melihatku sampai aku bingung apa yang terjadi? "Kau… kau juga datang kan di pesta malam itu?" Aku menelan ludah melihat kemarahannya yang tak tertahan, "Lepaskan aku…" "Kau seb

