Meski tahu dia pembunuh kukira dia bisa bermurah hati setidaknya untukku seseorang yang mungkin pernah dia cintai. Pernah? Dia bahkan tidak sekalipun mengatakan cinta. Pergi dan datang seenaknya, itulah hal jelek tentangnya yang entah mengapa tak membuatku bisa benci. Di saat terakhir aku masih sedikit berharap kami bersama, tapi melihat darah itu mengucur, aku sadar dia lebih dari mampu menyakitiku. Hatiku yang tadinya patah jadi hancur berkeping-keping sampai tak lagi bisa menangis. "Nona Runa... Nona Runa..." Aku mengalihkan perhatian pada detektif Park. Segera setelah mengetahui kasus penembakan menimpaku, dia bergegas ke rumah sakit menunggu di depan ruang tindakan. Karena proyektil itu tak mengenai pembuluh darah atau bagian vital, operasi kecil berlangsung cepat. Hanya 25 menit s

