BAB 42 Jangan bersedih atas nasib yang menimpamu, bersabar dan bangkitlah. ΔΔΔ Pergerakan pada jari tengah dan telunjuk membuatnya secara perlahan memasuki alam sadarnya. Perlahan namun pasti kelopak mata yang sudah berhari-hari enggan menunjukkan tanda kesadaran itu mulai berkedut. Dia kembali menutup mata beberapa saat untuk menyesuaikan cahaya yang masuk, dengan retina yang berusaha mengenali ruang tempatnya berada. Ketika pandangannya mulai jelas, dia mengernyit. Langit-langit ruangan asing yang pertama kali ditangkap oleh indra penglihatannya, tentu saja bukan kamarnya. Dia ingin menoleh ke samping kanan dan kiri, namun rasa sakit membuatnya mengurungkan niat. Tangan kanannya terangkat perlahan, memegangi kepalanya yang terasa sangat sakit. Terdengar suara keran air, sepertinya a

