BAB 43 Biarkan senyummu mengubah dunia, tapi jangan biarkan dunia mengubah senyummu. ΔΔΔ "Aku mau pulang hari ini juga!" Andre menghela napasnya, ingin sekali rasanya dia memarahi wanita itu, tapi apalah daya dia tidak mampu melakukannya. Di balik sikap menyebalkan dan pemarahnya, setidaknya masih ada rasa bahagia yang dirasakan Andre, karena wanita itu tidak terus-menerus mendiamkan semua orang. "Kondisi kamu belum pulih bener. Besok atau lusa aja, kali ini aku gak bohong." Andre mencoba memberi pengertian lagi, ini sudah yang kesekian kalinya, namun wanitanya masih saja ngotot. "Oh berarti kemarin-kemarin kamu mengakui kalau kamu bohongin aku? Hm ... bagus kalau begitu." Anaya menajamkan tatapannya. Lihatlah drama apalagi ini? Sedikit-sedikit merajuk, marah, dan mendiamkannya.

