Hotel

1335 Kata

    Klek! Arjuna menekan daun pintu. Menimbulkan suara khas yang tak lagi asing di telinga. Pintu itu pun terbuka. Terpampang ruangan luas dilengkapi segala furnitur mewah yang bernuansa serba hitam putih. Aalea menelan ludahnya kasar. Kamar ini gedenya tiga kali ruang tamu di rumah gue, batinnya. Memang benar, kamar ini begitu luas dan Aalea tak pernah membayangkan akan tidur di kamar seperti ini.     "Lo bisa istirahat di sini. Maaf kalau agak berantakan. Kamar tamu jarang dipakai soalnya," kata Arjuna.     Berantakan? Gila. Rapi kayak gini dibilang berantakan. Terus kamar gue apa?     Aalea masuk ke kamar yang disediakan Arjuna. Gengsi dan harga diri sementara ia sisihkan. Tentu saja meminta bantuan dari rival bukanlah hal yang mudah. Jika tak terpaksa pun, Aalea tak akan pernah mela

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN