Bola mata gadis itu bergerilya. Sorot matanya memandang jijik lingkungan sekitarnya. Ia bergidik ngeri ketika melihat kecoa satu per satu keluar dari dashboard ranjangnya. Memang, sih, ukurannya terbilang mini. Namun dengan ukuran itu, kecoa makin terlihat menjijikkan. Ditambah sinar lampu yang remang-remang dan lantai yang lengket bila dipijak. Membuat Aalea bertanya dalam hati, hotel macam apa ini? Sekarang akhirnya ia paham mengapa kamar di hotel ini disewakan dengan harga miring. Aalea menguatkan hatinya. Ia mengambil buku dari dalam kopernya dan mulai membaca. Namun ... kecoa yang berterbangan ke kanan-kiri membuat fokusnya lenyap entah kemana. Belum lagi dengung suara nyamuk yang makin mengganggunya. Gadis itu memutuskan untuk berbaring. Menyelimuti dirinya dengan selim

