27. Demam

955 Kata

    Pemuda yang sedang mendekap terus membolak-balikkan halaman demi halaman novel bersampul biru gelap itu. Sementara gadis yang sedang didekap itu makin kehilangan fungsi biologis tubuhnya. Bacaan yang ada di hadapannya pun terasa kabur. Tak ada satu katapun yang bisa ia baca sedari tadi.     Jantungnya berdenyut keras. Ia merasakan dua hal dalam waktu bersamaan. Gugup sekaligus nyaman. Bahkan rasa nyaman itu makin menjadi-jadi. Matanya mulai berat dan ia pun menutup sepasang bola matanya. Memblokir cahaya yang mendesak masuk. Hingga tanpa sadar ... ia sudah jauh ... masuk ke dalam alam mimpi.                                                                                                                 ...     Aalea terbangun karena secercah cahaya mentari yang menerpa bagian kelopak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN