Tap. Tap. Tap. Dua pasang langkah kaki memecah keheningan g**g kecil yang rata-rata penduduknya sudah terlelap. Seutas senyum terukir di bibir muda-mudi itu. Sesekali sang gadis menatap taburan bintang di langit gelap. Ia merasa damai sekaligus senang hari ini. "Makasih, Jun. Lo udah ngajak gue seneng-seneng pake cara lo," lirihnya. Arjuna tersenyum. "Gue harusnya yang makasih sama lo. Lo udah mau nemenin gue bolos dan main jauh sampai ke sini. Seenggaknya, hari ini gue lupa tentang Kandhira. Makasih." Aalea dan Arjuna sampai di depan mobil yang tadi mereka tinggalkan. Aalea hampir saja masuk mobil namun Arjuna menahannya. Pemuda itu mengeluarkan sebuah kantong dari bagasi. Kantong yang motifnya sama dengan belasan kantong tadi. "Ini buat lo." Arjuna menyodorka

