Sinar bulan rasanya kalah terang jika dibandingkan sinar lampu kamar Arjuna. Lampu 26 watt itu menemani Arjuna yang sedang tertidur dan juga gadis bernama Aalea yang sedang terduduk menahan kantuknya. Dua puluh menit lalu Arjuna terjaga dan berteriak keras. Saat Aalea memeriksa keadaannya, pemuda itu sedang meringkuk ketakutan dengan badan bergetar. Ia berlindung di balik selimut dan memeluk lututnya sendiri. Tingkahnya persis seperti anak kecil umur tujuh tahunan. Namun kini pemuda itu telah kembali terlelap. Tepat setelah ia meminta Aalea untuk tetap di sampingnya malam ini, ia langsung menutup matanya dan bergegas ke alam mimpi. Aalea bingung apa yang sebenarnya terjadi pada Arjuna. Hanya satu yang ia tau persis, yaitu Arjuna melarangnya mematikan lampu. Dan dari perintah

