Tahani menjauhkan diri dari rekan-rekannya di dapur dan memilih untuk melangkah menuju sisi taman yang agak tersembunyi. Di sana, Tahani bisa melihat keseluruhan taman dengan leluasa, sementara di sisi lain orang-orang tidak akan bisa menyadari jika Tahani berada di tempat tersebut karena posisinya yang memang tersembunyi. Tahani mengernyitkan keningnya dalam-dalam seolah-olah dirinya tengah memikirkan sesuatu yang sangat berat dan serius. Sesuatu yang harus ia pikirkan dengan penuh keseriusan dan konsentrasi penuh. “Apa yang harus aku lakukan sekarang?” tanya Tahani sembari menggigit kuku ibu jarinya dengan penuh kecemasan. Tahani tampak tidak peduli jika kukunya rusak, atau dirinya pada akhirnya melukai ibu jarinya tersebut. Namun, hal yang tidak diabaikan adalah raut wajah

