bc

Putri Rahasia Keluarga Konglomerat

book_age18+
1
IKUTI
1K
BACA
family
HE
friends to lovers
heir/heiress
drama
tragedy
sweet
bxg
serious
kicking
brilliant
city
office/work place
like
intro-logo
Uraian

Hidup Selena begitu tenang setelah keluar dari panti asuhan. Sampai tiba-tiba ia ditemui oleh seseorang dan mengatakan bahwa dirinya adalah putri rahasia dari keluarga konglomerat. Sialnya saat tinggal bersama keluarga kandungnya, Selena harus menghadapi saudara-saudaranya yang haus akan harta dan warisan. Belum lagi Selena berurusan dengan anak angkat dari almarhum papanya.

chap-preview
Pratinjau gratis
Bab 1
“Kami sudah berkumpul semuanya di sini Pak Adi. Silakan bacakan surat wasiat dan warisan peninggalan Papa,” ujar Evander merupakan anak tertua di keluarga Narawijaya. “Sebentar, Nak Evan. Kita harus menunggu seseorang,” ujar Adi selaku pengacara kepercayaan keluarga besar Narawijaya. “Siapa lagi?” tanya Evara, si anak kedua sekaligus anak perempuan satu-satunya dalam keluarga ini. “Jangan bilang Pak Adi mau menunggu Ronan si anak pungut itu?” Elvan mendengkus. “Serius Pak Adi? Jangan bilang si pungut itu dapat warisan juga dari Papa. Benar-benar enak hidup anak jalanan itu,” ketus Elvan. “Nggak heran lagi kalau Ronan dapat bagian juga,” sambut Evander dengan sinis. “Secarakan si pungut itu anak kesayangan Papa.” “Ma, jangan diam aja, dong. Masa Mama terima aja kalau anak pungut itu dapat bagian juga?” seru Evara yang sejak awal tidak pernah menerima keberadaan Ronan ketika di bawa ke rumah ini. Bahkan kedua saudaranya pun tidak menyukai Ronan, mereka menganggap Ronan sebagai saingan. Suka mencari wajah di depan Papa dengan sifat penurutnya. Sungguh memuakkan. “Sudahlah, Var. Diam saja.” Amara sang mama menjawab pelan. “Bagaimanapun Ronan tetap bagian dari keluarga kita setelah Papa membawanya tinggal ke rumah ini,” lanjut wanita paruh baya itu. Seminggu yang lalu Darius Narawijaya meninggal dunia akibat kecelakaan tunggal. Mobilnya menabrak pembatas jalan tol. Sempat di bawa ke rumah sakit dan hendak melakukan operasi, tetapi nyawa dari suami Amara itu tidak bisa terselamatkan lagi. “Mama kalian benar,” sahut Jovian. Adik bungsu dari Darius. “Kita tunggu saja Ronan.” Ketiga anak Darius langsung mendengkus bersamaan. Selain mereka, ketiga Paman dan Bibi mereka ikut turut hadir di pembacaan surat wasiat serta warisan peninggalan sang papa. “Kalau setengah jam lagi anak itu tidak datang ke sini, langsung saja bacakan surat wasiat Papa, Pak Adi,” tukas Evander tidak mau diganggu gugat. “Baik.” Sang pengacara langsung menyetujui. Ruang tamu di rumah besar Narawijaya kembali hening. Seolah tidak ada satupun yang tertarik hendak bicara sebelum surat wasiat itu dibacakan oleh pengacara keluarga. Hingga lima belas menit berlalu. Langkah kaki yang saling bersahutan terdengar, semua pasang mata di ruang tamu itu otomatis tertuju ke asal langkah kaki tersebut. Ronan Narawijaya, si anak angkat telah datang. Namun, pria itu tidak datang seorang diri melainkan bersama seorang perempuan berkulit putih pucat. “Akhirnya datang juga. Cepat duduk Ronan, berani-beraninya kamu membuat kami menunggu lama,” seru Evara dengan nada suara tak ramah. Ronan mengangguk kecil. “Tapi, sebelum surat wasiat Papa dibacakan. Izinkan aku mengenalkan seseorang pada kalian.” “Apalagi, Ronan? Kamu mau buang-buang waktu kami lagi? Kamu nggak tahu kami ini punya kesibukan masing-masing?” tukas Evander dengan raut wajah jengkel. “Aku tahu. Tapi, ini juga tak kalah penting dari surat wasiat milik Papa.” Ronan menarik pelan lengan perempuan yang bersembunyi di belakang tubuhnya. “Dia Selena. Lebih tepatnya Selena Narawijaya. Dia juga bagian dari keluarga ini, anak kandung Papa Darius.” Jika ini di dalam sebuah film, maka sudah terdengar suara sambaran petir yang membuat orang-orang kaget. Semua orang di ruangan itu terdiam mematung, sampai Evara tertawa terbahak-bahak. “Ronan kalau kamu mau bercanda, lihat situasi dulu, dong,” ujar Evara di sela tawanya. Ronan menggeleng. Ekspresi wajahnya tampak sangat serius. “Aku tidak bercanda. Selena memang anak kandung Papa. Aku punya bukti-buktinya.” Ronan mengeluarkan dokumen yang ia bawa lalu menyerahkannya pada Evara. Isi dokumen itu adalah hasil tes DNA Selena dan Papa Darius. Di mana hasilnya 99% mengatakan bahwa Selena adalah anak kandung dari Darius Narawijaya. Evara mematung syok setelah melihat isi dokumen itu. “Ini tidak mungkin,” gumamnya. Evander yang penasaran langsung mengambil dokumen itu dari tangan Evara, kemudian ia baca dan terus berlanjut kepada semua orang. “Wah.” Elvan terkekeh pahit. “Apalagi yang disembunyikan Papa selain ini?” tanyanya yang sangat syok setelah mengetahui bahwa dirinya memiliki adik tiri. “Mama tahu perihal anak ini?” tanya Evander pada Amara. Amara menggeleng syok. “Mama sama sekali tidak tahu.” “Ternyata diam-diam Papa mengkhianati Mama dan menipu kita semua!” ujar Evara. Sebagai anak perempuan satu-satunya, ia paling tidak terima setelah tahu bahwa papanya memiliki anak perempuan lain. Amara menghampiri Selena dengan wajah penuh amarah. “Siapa Mamamu? Pasti dia yang sudah menggoda suamiku. Jawab saya! Siapa Mama kamu dan dari mana kalian berasal!” Keributan di ruang tamu kediaman Narawijaya tak terhentikan. Amara dan anak-anaknya paling tidak bisa menerima kehadiran Selena yang menjadi pengacau keluarga mereka. Terlebih, kenapa setelah papa tiada barulah kenyataan ini terbongkar? Yang awalnya mereka ingin mendengar surat wasiat sang papa, kini sama-sama menghardik Selena yang tampak ketakutan. Ronan langsung sigap melindungi Selena. “Selena juga tidak tahu apa-apa perihal ini,” ujar Ronan dengan ekspresinya yang masih tenang meskipun di sekitarnya sedang terjadi kehebohan. “Selama ini Selena tinggal di panti asuhan. Tidak mengetahui siapa orang tuanya, sampai tiba-tiba Pak Adi datang menemuinya.” Kini Pak Adi langsung ditatap oleh seluruh keluarga Narawijaya. “Oh, jadi Pak Adi sudah tahu perihal Selena dari lama?” hardik Evara. Sang pengacara masih tampak tenang. “Saya juga baru mengetahuinya beberapa bulan lalu sebelum Pak Darius kecelakaan. Dan dari surat wasiat peninggalan Pak Darius, saya harus membacakan wasiat itu di depan semua anak-anaknya termasuk Selena juga Ronan,” jelasnya. Evander mengacak rambutnya kasar. Ia tatapn Selena dengan sinis. Kini bertambah lagi saingannya untuk mendapatkan warisan papanya yang jelas-jelas tak bisa ia miliki sendiri. “Ini sungguh kabar mengejutkan.” Jovian berujar pelan. “Tidak ku sangka diam-diam Kak Darius main api di belakangmu, Kak Amara,” ucapnya sembari menatap kakak iparnya dengan prihatin. “Kak Darius keterlaluan sekali. Ku pikir selama ini dia adalah suami setia untuk Kak Amara,” sambung Renata adik perempuan dari Darius. “Padahal Kak Darius seperti tidak pernah menyembunyikan sesuatu dari kita semua,” timpal suami Renata, Revan. “Selena adalah korban di sini. Kalian tidak berhak menyalahkannya atas apa sudah terjadi. Dia di sini karena wasiat dari Papa.” Pak Adi beranjak dari duduknya. “Saya akan bacakan isi surat wasiat dari Pak Darius. Untuk semua pihak keluar harap kembali duduk di tempat masing-masing.” Amara masih belum bisa menerima tentang keberadaan Selena. Tetapi, mereka pun tetap ingin mengetahui isi surat wasiat peninggalan Darius Narawijaya. Sehingga mau tak mau mereka menyampingkan masalah baru ini. “Ayo.” Ronan mengajak Selena duduk di sofa kosong tak jauh dari Evara dan Evander. Evara tak lepas menatap ke arah Selena, tatap penuh permusuhan dan kebencian. Surat wasiat mulai dibacakan oleh Pak Adi. Evander sudah sangat percaya diri sekali bahwa ia akan menjadi ahli waris. Seluruh kekayaan papanya akan menjadi miliknya. Namun, itu di luar dugaan. “Seluruh warisan hanya akan di wariskan pada satu orang saja,” ucap Pak Adi. Wajah-wajah syok kembali terlihat di sana. Tetapi, Evander dengan bangga mengangkat dagu tinggi-tinggi, ia masih percaya jika itu adalah dirinya. “Hanya ada satu ahli waris. Setelah salah satu anaknya memenuhi satu syarat terakhir dari almarhum Pak Darius, yaitu mereka harus menikah dan membina rumah tangga paling tidak lamanya satu tahun dan membuktikan keluarga yang harmonis juga memastikan adanya keturunan berikutnya. Jika semua anak-anak Narawijaya gagal memenuhi syarat tersebut, maka seluruh aset akan disumbangkan pada orang yang membutuhkan di luar sana,” jelas Pak Adi. “Wasiat apa-apaan ini?!” amuk Evander. Membuat pertemuan itu kembali ricuh. Tidak ada yang menyangka jika almarhum sang papa akan memberikan syarat terakhir seperti itu.

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

Unscentable

read
2.0M
bc

He's an Alpha: She doesn't Care

read
786.0K
bc

Claimed by the Biker Giant

read
2.0M
bc

Holiday Hockey Tale: The Icebreaker's Impasse

read
1.0M
bc

A Warrior's Second Chance

read
371.8K
bc

Not just, the Beta

read
356.0K
bc

The Broken Wolf

read
1.2M

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook