Jinora 49

1227 Kata

“Papa … Mama kemana?” tanya Danisha yang membuka mata terlebih dahulu pagi ini. “Mama sedang tidur di sebelah itu,” ujar Eshan sembari menunjuk pada ranjang yang ada di samping Danisha. “Kakak mana?” tanya Danisha lagi. “Itu ….” Eshan menunjuk ke arah ranjang yang ada di sisi lain Danisha. Danisha melihat ke sisi lainnya, lalu melihat Dastan masih memejamkan matanya. Danisha yang sudah jauh lebih baik dari sebelumnya, kini terlihat sedikit murung. Entah apa yang ada di dalam pikiran dia, Eshan sebagai Ayah merasakan hal yang sama. “Danisha sedih?” tanya Eshan. Anak perempuan itu mengangguk, ia menatap mata Eshan yang terlihat lelah. Apa yang terjadi selama dirinya memejamkan mata memang tidak ia ketahui. Dan kali ini, Danisha ingin ayahnya untuk beristirahat dan tidak terlalu memaksa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN