Jinora 41

1137 Kata

Lima tahun berlalu begitu cepat. Terlihat Jinora sedang berjalan menggandeng kedua anaknya. Ia melewati jalanan kecil yang ada di daerah tempat tinggalnya. Beberapa orang yang melihat Jinora dan mengenalnya berhenti untuk sekedar menyapa. “Rahajeng sanje, Nora,” sapa seorang pria paruh baya. “Rahajeng sanje, Beli,” jawab Nora. Jinora kembali melangkah, tetapi salah satu anaknya tertarik pada seekor kucing yang terlihat kurus. “Mami … kasihan,” ujar anak perempuan Jinora. Jinora tersenyum, lalu ia membiarkan anaknya itu menolong kucing dan membawanya pergi dari sana. “Danisha mau rawat ya, Mami?” tanya anak perempuan Jinora. “Iya, Danisha rawatnya yang bener ya? Gak boleh cuman setengah-setengah, seperti Mami kalau lagi jagain Amir,” ujar Jinora. Anak itu mengangguk, lalu satu tang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN