Eshan terbangun dengan keriangat yang memenuhi tubuhnya. Napasnya menggepu pagi ini karena mimpi yang didapatkannya semalam. Ia meraih segelas air minum yang tersedia di atas nakasnya. Lalu perlahan turun dari atas ranjang untuk masuk ke dalam kamar mandi. Eshan membasahi seluruh tubuhnya dengan air yang keluar dari Shower. Dan mulai melumuri tubuhnya dengan busa sabun yang ia tuangkan di telapak tangannya. “Mimpi sialan!” umpat Eshan. Pria itu dengan segera mengakhiri kegiatannya, lalu menuju walk in closet untuk mengenakan pakaian. Setelah selesai, Eshan berjalan menuju dapur untuk melihat makanan apa yang tersedia di sana. Dan seorang asisten rumah menyambutnya dengan mengatakan, jika hidangan untuk sarapan pagi ini sudah siap di atas meja makan. Eshan berterima kasih, lalu menuju

