"Kamu cantik sekali, Sayang." "Makasih, Ram. Kamu juga tampan," sahut Lily sambil tersenyum. Rama meraih tangan Lily dan mengecup jemarinya lembut, dimana sebuah cincin pertunangan tengah melingkar di sana. Maniknya kembali menatap Lily yang hari ini berdandan seperti layaknya seorang putri yang elegan dan menawan. "Kamu terlihat berbeda deh, Sayang. Beneran. Kamu udah cantik dari dulu, tapi hari ini kamu... benar-benar bersinar." Rama mengamati Lily lamat-lamat. "Usia 25 tahun membuat kamu sangat bahagia, ya?" ucapnya lagi sambil tertawa kecil. Lily ikut tersenyum, namun tiba-tiba bayangan seorang lelaki lain yang terlintas di dalam pikirannya membuat gadis itu terhenyak. Gadis itu pun mendehem pelan dan meraih gelas berisi air untuk meredakan tenggorokannya yang mendadak kering,

