"Sudah sampai." Lily sontak tersadar dari lamunannya, ketika suara berat dan dalam milik Pak Trevor terdengar mengalun memenuhi udara di dalam mobil di sekitarnya. Sudah sampai... Kalimat itu artinya bahwa sudah waktunya semua ini harus berakhir. Lily tak pernah tahu bahwa jalan-jalan di mal yang tidak ada pengunjungnya selain mereka berdua ternyata nggak aneh-aneh amat. Malah seru, karena seisi mal seakan-akan adalah miliknya. Lily boleh mengambil benda apa pun yang ia mau, boleh makan apa pun yang ia inginkan, menaiki wahana permainan sepuasnya... apa pun... dan semua itu tak ada yang perlu dibayar sama sekali. Bahkan Lily juga tidak melihat Pak Trevor yang membayar semuanya, dan hal itu tak pelak membuat Lily sangat heran. Manik hitam sebening embun itu pun seketika menatap peman

