#33 : Tidak Akan Memaafkan

1190 Kata

Pagi itu Lily bangun dalam keadaan kepalanya yang sedikit pusing. Bukan, bukan karena dia bokek di akhir bulan, tapi karena apa yang terjadi semalam membuatnya sulit memejamkan mata. Dan akhirnya membuatnya baru bisa tidur menjelang subuh. Lalu terpaksa bangun lagi tak sampai dua jam kemudian karena harus bersiap ke kantor. Setelah semalam insomnia karena berpikir keras, sekarang Lily pun sudah membulatkan tekad. Hari ini juga, ia akan mengajukan resign. Hufft. Mudah-mudahan saja Pak Trevor mau menyetujuinya. Toh, memang sebelumnya Lily sudah berniat untuk resign sebelum dinas ke Surabaya. Meskipun waktu itu ia masih bimbang antara jadi ataukah tidak. Duh, kepala yang pusing ternyata berimbas juga ke perutnya yang serasa seperti diaduk-aduk, dan juga sekujur tubuhnya yang terasa lem

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN