#46 : Anggap Saya Tidak Ada

1368 Kata

Karena malam yang begitu hening. Karena lampu di Penthouse ini yang akan otomatis redup disesuaikan dengan waktu yang juga telah larut, menyisakan bias-bias cahaya hangat dan lembut yang terpantul pada seraut wajah tampan yang kini hampir tak berjarak dengan Lily. Karena Pak Trevor adalah penciium yang handal, yang akan sangat susah untuk diabaikan, apalagi ditolak. Lily sibuk mencari-cari alasan yang masuk akal, karena kini kepalanya serasa pening sejak ia tak berkutik dalam pagutan Trevor pada bibirnya. Suasana yang temaram dan senyap berbanding terbalik dengan degup dua jantung yang bertalu-talu, serta suara decap dari dua bibir dan lidah yang saling mengait. Lily mendesah kaget ketika tiba-tiba saja Trevor mengangkat pinggangnya, serta memindahkan tubuhnya hingga kini Lily telah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN