"Kamu masih ngantuk banget ya?" Trevor terkekeh pelan saat mendengar suara gumanan pelan dan tidak jelas dari Lily yang masih memejamkan kedua matanya, sebagai jawaban dari pertanyaannya barusan. Mereka masih belum bergerak, Lily bahkan masih lelap di atas tubuh Trevor, sama sekali tidak terganggu dengan elusan tangan lelaki itu di ubun-ubun kepala dan lengannya. Trevor memaklumi Lily, yang pasti sangat kelelahan karena dirinya yang terlalu beringas dalam bercinta. Awalnya Trevor memang bergerak selembut dan sepelan mungkin, memberikan ruang bagi Lily untuk terbiasa dan untuk memudarkan rasa malu gadis itu. Garis-garis tawa pun seketika memenuhi seraut wajah tampan itu, saat ia mengingat kembali bagaimana Lily menutup wajahnya dengan kedua tangan karena malu, saat Trevor membuka selu

