Seperti yang Illeana pikirkan, dia akan bertemu dengan William setelah sekian lama sejak terakhir kali mereka bertemu di rumah William itu. Illeana menghela napas, menenangkan diri. “Oh, gila. Kenapa aku berdebar gini? Sejak kapan gugup di dekatnya?” Illeana mendumel sendiri sampai tak sadar kalau langkah kakinya mulai dijajari. “Kau gugup karena tak bertemu denganku, ya?” Suara itu mengagetkannya tepat di samping Illeana yang nyaris saja terlonjak. William menahan tawanya ketika melihat reaksi yang menuruknya lucu. “Kenapa kau tertawa?” balas Illeana seraya melepaskan diri dari pria itu yang satu tangannya sempat menahan pinggang gadis itu karena kejutan yang dia berikan membuat Illeana nyaris saja bertabrakan dengan orang lain tadi. “Aku atasanmu sekarang, dan kita sedang di j

