Belakangan ini Illeana sering kali termenung usai menerima cincin dari Boby itu. Bertanya pada dirinya sendiri apakah itu yang dia inginkan selama ini? Sungguhkah itu? “Sudah satu minggu lebih sejak cincin itu mengingat, kau masih belum kelar dengan dilema?” Jeanika menaruh semangkuk es krim di atas meja di mana Illeana duduk sambil menatap cincin yang mengikatnya itu. “Aku tak yakin. Hanya di depan kalianlah aku menyadari ada cincin ini,” kata Illeana mengangkat tangannya untuk melihat cincin berlian yang melingkari jari manisnya itu. “Kau memang aneh, Leana. Orang lain pasti sangat senang akhirnya mendapatkan apa yang mereka inginkan dalam sebuah hubungan. Tapi kau justru dilema. Sunggu luar biasa,” komentar Jasmine seraya melipat kedua tangannya. “Apa yang aneh? Itu karena hatiny

