Kembali ke ruangannya, Illeana melihat para bawahannya itu menunggu dengan tegang. Begitu Illeana muncul, mereka bangun dari duduknya untuk menyambut. Tapi tatapan Illeana hanya tertuju pada Natalia yang menundukan kepalanya begitu dalam. Menghampiri para bawahannya dan meminta mereka untuk ke ruang rapat dalam lima menit, mereka menurut dan Illeana masuk ke ruangannya. Begitu hendak kembali ke ruang rapat, Illeana melihat Natalia masih di tempatnya duduk sementara yang lain sudah tidak ada di sana. “Aku tidak tahu apa alasanmu melakukan itu. Namun, bangunlah, dan bantu aku,” kata Illeana berdiri di samping Natalia. Natalia mengangkat wajah, menatap Illeana terkejut. “Ayo ke ruang rapat, ada yang ingin aku bahas. Setelah itu, aku ingin bicara denganmu. Jadi, singkirkan pikiranmu it

