Ketukan di pintu ruangannya itu membuat Illeana mengangkat wajah untuk melihat siapa yang datang. Benar kata Illeana, seseorang akan datang lama kemudian. Dialah yang datang sekarang. Illeana menyandarkan punggungnya pada kursi, menatap pria itu yang berjalan sambil melihat sekitarnya yang terdapat gulungan kertas rusak. “Kenapa kau datang?” tanya Illeana. William melirikan matanya pada gadis itu. “Untuk mengantarkan makan malam,” jawab William mengangkat tangannya yang memegangi sebuah harper ukuran sedang. Illeana menggerakan bibirnya dan mengangguk. Kebetulan sekali dia juga lapar sekarang. William memberikan harper itu pada Illeana dan berdiri di samping gadis itu, bersandar pada meja kerjanya. Makanan yang dikemas rapi. Illeana mengangkat wajahnya lagi. “Terima kasih un

